Senin, 17 Maret 2014



BALAP LIAR DI JALAN BASUKI RAHMAT MERESAHKAN WARGA
Balap liar  masih saja terjadi. Lagi-lagi, lokasi yang dipadati pembalap liar ini, yakni Jalan Basuki Rahmat atau dekat Kosgoro Batu 4.Minggu (16/14) dini hari, tepat pada pukul 00.00 tengah malam, aksi yang sudah sering dikeluhkan warga ini mulai beraksi.Semakin malam semakin padat oleh remaja,baik yang ikut balap maupun hanya sekedar nonton. Bahkan, pengguna jalan pun susah melintas di jalur tersebut.
Sepanjang jalan utama, mulai dari gerbang depan bekas kantor gubernur lama sampai perempatan Basuki Rahmat depan halte SMAN 2  penuh.Tak hanya bising akan suara motor balap saja tetapi juga suara penonton ketika aksi balap tersebut dimulai.
Aksi balap liar itu sangat mengganggu kenyamanan  warga yang tinggal disekitar daerah tersebut.Apalagi knalpot dari motor balap tersebut dimodifikasi hingga suaranya sangat bising(16/03/14).
Setiap  malam minggu , pemuda  pemudi  mengadakan balap liar  di area tersebut.Aksi balap itu baru selesai kadang sampai dini hari.“Kami  sangat  ternggangu  dengan  adanya balap liar tersebut , suaranya  sangat bising , apalagi knalpotnya  dimodifikasi ,” ujar Yogi  warga   jalan  Basuki  Rahmat .
“Sebenarnya sudah sering ada razia dan kecelakaan di aksi balap tersebut,tapi mereka masih saja tidak jera dan takut.Kami sangat terganggu dengan balap tersebut,karna sangat bising” ,ujar Aman salah satu warga jalan Basuki Rahmat menimpali(16/03/14).

Senin, 10 Maret 2014


KEMARAU DI KABUPATEN LINGGA
            Kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Lingga membuat warga Cening mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih dari PDAM. Masyarakat mengeluh karena sudah tiga hari air bersih tidak lancar.
Ini seperti diungkapkan salah seorang warga setempat,Suyat. Dia mengatakan bahwa sudah satu minggu air di tempatnya tidak mengalir.
“Sejak hari Kamis(6/2/2014) air di tempat kami tidak jalan, sempat jalan sebentar tapi mati lagi.Untuk keperluan mandi terpaksa harus menggunakan air sumur,itupun airnya keruh dan sedikit.Hanya waktu pagi saja airnya agak jernih,”ujar Suyat(8/2’2014)
Yus salah satu warga Cening juga mengatakan sulitnya untuk mendapatkan air.Untuk mengatasi ini terpaksa dia menggali lagi tanah sedalam 6 meter dibuat sumur.Ia sangat berharap air dari sumur tersebut.
“Ya…saya membuat sumur tersebut karna sulitnya mendapatkan air.Pembuatan sumur tersebut sudah selesai,hanya menunggu saja airnya banyak untuk mandi dan keperluan lain karna PDAM sering macet,”kata Yus(6/2/2014)
Kekurangan air bersih tersebut selalu terjadi setiap musim kemarau. Dayat, petugas PDAM menuturkan, bahwa kurangnya pasokan air tersebut untuk sebagian wilayah Lingga dikarenakan kemarau yang berkepanjangan.
“Kita tahukan bahwa sekarang musim kemarau jadi debit air di penampungan sangat sedikit hal itu membuat penyalurannya berkurang,” kata Dayat.Belum ada solusi yang harus dilakukan,” kita mau bikin apa, kita tunggu turun hujanlah,” ungkap Dayat.
Dia juga mengatakan untuk masalah teknis seperti pipa rusak tidak ada semua karena kemarau yang berkepanjangan. Ia berharap masyarakat bersabar atas kurangya pasokan air bersih tersebut.