Senin, 05 Mei 2014



KAPOLRES LINGGA TINJAU SPBB DAN  KIOS PENJUALAN BBM

Mengawali berbagai aktivitas kedinasannya di tempat yang baru di Kabupaten Lingga, Kapolres Lingga AKBP Puji Santoso, SH, Kamis (20/4) bersama beberapa staf di jajaran Polres Lingga langsung turun memantau lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) Junaidi, di Desa Sungaibuluh, Kecamatan Singkep Barat. Puji ingin melihat langsung dan mendapatkan informasi dan masukan tentang aktivhtas distribusi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Lingga.
 Dari data yang didapatkan pihak SPBB Junaidi bahwa kuota BBM di SPBB tersebut dirincikan per bulannya menerima pasokan jenis solar dan minyak tanah masing-masing 300 ton sedangkan untuk bensin (premium) sebanyak 460 ton. BBM tersebut didistribusikan oleh pihak Pertamina dalam dua kali pasokan perbulannya. Dan itu telah berjalan cukup baik dan selama ini relatif dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Lingga.
Terkait tentang adanya penaikan harga BBM bersubsidi yang telah diumumkan pemerintah (harga bensin menjadi Rp 6.500 per liter dan solar menjadi Rp 5.500 perliter),bahwa kondisi di wilayah Lingga cukup kondusif dan aman. “Kondisi pendistribusian BBM di daerah ini berjalan normal, tidak ada terjadi kelangkaan BBM,” kata Puji di ruang kerjanya di Mapolres Lingga, Batukacang, Dabo Singkep, Kamis kemarin.
Selain memantau di SPBB Junaidi pihaknya juga meninjau ke beberapa kios penjualan BBM baik di Kecamatan Singkep Barat maupun di Kecamatan Singkep dan sekitarnya. Kata dia, kegiatan yang dilakukannya itu adalah sudah menjadi bagian tugas dalam menjaga keamanan di daerah agar tetap kondusif di seluruh wilayah yang telah dipercayakan pimpinan dimanapun berada. “Hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya penimbunan BBM. Kepada pemilik kios BBM saya himbau untuk tetap menjual BBM sesuai jatah yang diterima,” kata mantan Wakasat Brimob Polda Kepri ini yang dipercayakan menempati tugas yang ditinggalkan oleh rekannya AKBP Mochammaed Khozin yang dimutasi di Mabes Polri Jakarta.

 Dia berharap masyarakat khususnya di Lingga dapat terus menjaga situasi sehingga ketentraman dan rasa aman tetap terjaga dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jika ada informasi dan masukan utamanya terkait dugaan penyalahgunaan pendistribusian BBM atau ada pihak-pihak tertentu baik oknum, swasta maupun masyarakat yang sengaja melakukan praktik penimbunan BBM untuk kepentingan pribadi, dapa segera melaporkan kepada pihak kepolisian setempat atau instansi terkait agar dapat segera diambil tindakan semestinya.



HARGA CABAI KEMBALI NORMAL

Jika harga ikan stabil ,beda dengan sayur dan bumbu dapur yang cenderung turun. Rawit pun tidak lagi 'pedas' harganya seperti beberapa waktu lalu.Harga cabai rawit di pasar tradisional Tanjungpinang yang sempat melambung tinggi belakangan ini, sekarang(minggu,13/4/2014) kembali normal. Jika sebelumnya menembus angka Rp70 ribu per kilogram, kali ini turun menjadi Rp50 ribu.

Pedagang sayur di Pasar Sayur kawasan Pelantar KUD Tanjungpinang, Rika mengatakan rata-rata harga sayur dan bumbu dapur turun. Untuk cabe rawit yang sempat menyentuh harga Rp70 ribu, sekarang hanya Rp50 ribu per kilonya. Namun itu masih tinggi, sebab harga normal rawit hanyaRp 35 ribu.

"(Harga rawit) sudah turun sekarang karena stok barang dari Jawa sudah ada. Sekarang hanya yang turun (harga) cabai rawit dan merah. Cabai rawit sekarang Rp35 ribu per kg. Sedangkan cabai merah tiga hari lalu harganya Rp50  ribu, kalau sekarang sudah turun jadi Rp40 ribu," kata Rika, pedagang bumbu dapur dan sayuran di Pasar Baru Tanjungpinang.

"Daun ubi hanya Rp5 ribu per kilo, kangkung Rp7 ribu, kemangi yang agak tinggi tapi memang harganya segitu Rp16 ribu per kilonya, cabe merah turun dari Rp44 ribu jadi Rp40 ribu, cabe hijau Rp30 ribu," tutur Rika saat ditemui di pasar Sayur,minggu (13/4).

Sementara itu untuk barang dapur yang lainnya, seperti bawang putih dibanderol Rp18 ribu, bawang merah Jawa, Rp26 ribu dan tomat Rp 12 ribu. Sedangkan harga ayam potong di pasar tersebut masih stabil, yaitu Rp30 ribu per kilonya.

Sementara, untuk sayur-sayuran lokal, kata Rika, masih stabil, hanya kacang panjang yang naik dari harga Rp10 ribu menjadi Rp18 ribu. Hal tersebut dikarenakan kemarau yang berkepanjangan sehingga hasil panen tidak banyak. "Harga yang lain masih stabil. Sayuran hijau rata-rata Rp7.000 saja per kilonbya, wortel Rp14 ribu.